kaligrafi aksara jawa eling lan waspada

Eling lan Waspada “Ingat dan Waspada”

Eling lan Waspada

Eling lan waspada merupakan salah satu falsafah jawa. Falsafah tersebut mengajarkan manusia untuk selalu ingat dan waspada dalam menjalani hidup. Falsafah ini tercantum dalam salah satu bait terkenal dalam Serat Kalatida karya R. Ng. Rangggawarsita berikut ini:

Amenangi jaman edan,
ewuhaya ing pambudi,
melu edan nora tahan,
yen tan melu anglakoni,
baya keduman melik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang eling lawan waspada.

Apabila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia kurang lebih menjadi seperti berikut:

mengalami zaman gila,
serba repot dalam bertindak,
mau ikut menggila tetapi tidak tahan,
namun jika tidak ikut-ikutan gila,
bagai buaya yang hanya mendapat ikan melik,
akhirnya buaya itu kelaparan.
Namun telah menjadi kehendak Allah,
sebahagia-bahagianya orang yang lupa diri,
masih lebih bahagia orang yang ingat dan waspada.

Pada bait di atas digambarkan pada suatu zaman manusia akan serba bingung dalam bertindak. Ikut melakukan hal-hal salah/gila tetapi tidak akan tahan. Namun jika tidak ikut tidak akan kebagian apapun. Digambarkan dengan buaya yang hanya mendapat bagian ikan melik untuk santapannya dan akhirnya kelaparan. Namun telah menjadi kehendak Tuhan bahwa sekalipun orang yang lupa itu masih bahagia, ia masih kalah bahagia dengan orang yang selalu ingat dan waspada. “Sing lali isih begja, seing eling lan waspada luwih begja”.

kaligrafi aksara jawa eling lan waspada

Keterangan gambar:
Kaligrafi aksara jawa bertuliskan “eling lan wapada”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *